December 13, 2017

10 Film Indonesia Klasik yang Wajib Ditonton Anak Milenial

jadwal xxi
Kamu mungkin lahir pada zaman sekarang tapi tak berarti kamu tidak dapat menonton film Indonesia tinggi. Film Indonesia klasik umumnya hadir antara tahun 80-an dan 90-an. Dibintangi oleh aktor dan aktris berbakat Indonesia seperti Rano Karno, Mieke Widjaja, Meriam Bellina dan masih banyak lagi.

Jalan cerita yang diangkat pada film Indonesia tinggi tidak kalah seru dari film modern masa waktu ini. Meskipun dari segi sinematografinya tidak sebaik film modern yang banyak memakai imbalan komputer. Tapi jika kamu lebih suka menyaksikan kecek jadul, film Indonesia klasik akan menjadi tontonan yang paling tepat dan menghibur.

Daftar Film Indonesia Klasik Populer Terkemuka

9-film-indonesia-paling-kontroversial-namun-berprestasi
Sebagaimana lektur, film juga tidak sempat lekang dimakan waktu. Usianya mungkin sudah puluhan tahun, tapi film Indonesia klasik tetap bisa diterima sama generasi milenial. Berikut itu daftar film jadul Indonesia terbaik yang kali tontonan sempurna di akhir rekan:

  1. Kritik Si Boy (1987)

Sebagai pecandu karya film Ayu Azhari, kamu tidak boleh membuang salah satu film terbaiknya yakni Catatan Si Boy. Film ini menceritakan tentang perjalanan cinta Boy (Onky Alexander) dan Nuke (Ayu Azhari) yang mendapatkan polarisasi dari ayah Nuke.

Olehkarena itu tidak menyukai Boy, rama Nuke memilih untuk menyampaikan Nuke kuliah ke luar negeri. Sedangkan di Indonesia, Boy yang patah hati menjadi rebutan Vera (Meriam Bellina) dan Ocha.

Lambat kelamaan, Boy yang selalu digoda oleh Vera yang agresif mulai luluh. Sayangnya, kisah cinta Vera serta Boy juga tidak mulus karena kehadiran Jefri (Leroy Asmani) kekasih Vera yang pencemburu.

Setelah mengalami penuh hal bersama Vera dan beberapa wanita yang ditemuinya, pada akhirnya Boy kembali dipertemukan dengan Nuke. Sayangnya, ayah Nuke masih menentang cinta mereka.

  • Beranak Dalam Peristirahatan terakhir (1971)

Salah satu masterpiece karya film Suzanna. Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga sugih dengan dua anak perempuan yang berbeda karakter. Dhora digambarkan sebagai kakah pasik dan berwatak keras namun Lila merupakan adik cantik hati.

Karena tidak tahu akur, wali mereka mengirim Lila ke kota untuk dititipkan pada tantenya. Berbeda dengan Dhora tentang tinggal bertepatan orang tuanya. Setelah bergeser dewasa, sifat Dhora tidak kunjung berubah justru tambah jahat.

Suatu hari Tulus yang mendengar kabar kematian ibu tirinya pulang ke kampung halaman di Ciganyar. Kepergiannya bertepatan pula secara rencana dinas sang teman hidup ke luar negeri. Sayangnya, bukan disambut mesra oleh sang kakak Lila justru disambut dengan perlakuan jelek. lihat jadwal xxi sebleum menonton

Sepeninggalnya suami Lila ke luar negeri, Dhora start menjalankan rencana untuk membunuh Lila yang sedang bunting besar. Lila disiksa dan dikubur hidup-hidup hingga harus melahirkan di dalam kubur. Dan sejak saat itulah, hantu Lila mulai menghantui penduduk Ciganyar.

  • Salah Asuhan (1972)

Mengisahkan tentang Hanafi (Dicky Zulkarnaen) yang kembali ke Merangah setelah gagal menjalani uraian di Eropa. Saat meleset, Hanafi jatuh cinta pada Corrie du Bussee (Ruth pelupessy). Sayangnya hubungan itu tidak disetujui oleh orang-orang tua masing-masing. Bahkan orang-orang tua Hanafi telah menjodohkannya dengan Rapiah (Rima Melati).

Pernikahan Hanafi dan Rapiah tidak berjalan lancar olehkarena itu hati Hanafi yang sedang terikat dengan Corrie. Suatu hari, Hanafi yang lumayan berobat ke Jakarta kembali bertemu dengan Corrie. Daripada sini, kisah cinta itu kembali dirajut bahkan itu berhasil menikah. Sayangnya ijab kabul keduanya pun tidak berjalan sesuai rencana. Corrie yang merasa kecewa dengan Hanafi memilih untuk pergi.

  • Titienku Cinta (1972)

Pelajaran moral yang dikasih dari film Titienku Cinta sangat besar. film tersebut mengajarkan kita arti pentingnya sebuah kesetiaan dalam relasi pernikahan. Film ini menyampaikan tentang Yusuf, pria beristri yang berselingkuh dengan Mila. Dari hubungan mereka lahirlah anak perempuan yang diberi nama Titien. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, pada akhirnya Titien dirawat sama Yanti yang merupakan orang belakang sah dari Yusuf.

  • Anjing-anjing Lacur (1972)

Karya film Nico Pelamonia yang mengisahkan tentang kondisi social serta kehidupan yang mengerikan karena tidak mampu jauh dari tindak tanduk criminal.

Kisah dibuka oleh sepasang kakak beraduk, Maulana Makbul yang berencana untuk memiliki kehidupan lebih baik. Tapi sayangnya, mereka malahan terjerumus dalam gemerlap dunia narkotika yang tidak mampu melepaskan para korbannya beserta mudah.

  • Bundaku Sayang (1973)

Film tersebut merupakan satu dari sekian banyak film yang menjadikan kehidupan tragis yang mesti dialami anak tiri tatkala tinggal bersama ibu tirinya. Tini selalu disiksa sama ibu tirinya bahkan dia harus melalui jalan hidup yang berliku tanpa dukungan orang lain.

Secara tidak disengaja, dia bertemu dan berkenalan dengan Muchsin. Sebagai seorang musisi, Muchsin punya jalan hidup yang amat berbeda dengan Tini. Mengekang untuk ikut dengan Muchsin, Tini meninggalkan keluarga dan ibu tirinya guna menjelmakan mimpinya menjadi seorang penyanyi.

  • Yang mana Kau Ibu (1973)

Merupakan film klasik Indonesia dengan jalan cerita yang sangat menyedihkan. Awak mungkin harus menyediakan penuh tisu selama menonton film garapan Hasmanan ini.

Menceritakan tentang Linda, seorang remaja yang terjebak dengan gaya hidup bebas yang kemudian membuatnya hamil di luar terkocok. Linda yang hamil diasingkan oleh keluarganya hingga makbul melahirkan sang buah menawan hati.

Tragisnya, ayah Linda yang kejam justru memisahkan Linda dari anaknya bahkan mengeluarkan jika Yatim telah menyisih. Di sisi lain, Yatim harus menanggung beban muncul yang sulit dan langsung menderita karena disiksa sama perawat jahat yang merawatnya.

Karena tidak tahan langsung menerus disiksa, Yatim menuruti untuk kabur ke Jakarta.

  • Bayu Pasti Berlalu (1977)

Film ini mengisahkan tentang Siska yang harus menderita karena patah hati. Sambil mengobati lukanya dan belajar untuk move on, Siska dibantu sama Leo yang merupakan fren akrab dari kakak Siska. Leo yang awalnya seharga ingin membantu, perlahan-lahan justru merasakan perasaan berbeda pada Siska.

  • Gita Cinta Dari SMA (1979)

Perbedaan strata social antara si miskin dan si kaya kembali hadir pada film Gita Cinta Dari SMA. Film ini menyampaikan tentang Galih dan Permata yang kisah cintanya tidak disetujui.

Sepanjang film, kita akan disuguhi adegan-adegan menggairahkan termasuk berbagai cara yang dilakukan oleh Galih untuk meluluhkan hati orang tua Permata.

  • Perempuan Dalam Pasungan (1980)

Film tersebut mendapatkan perhatian yang sangat besar tidak hanya pada Indonesia tapi juga pada kancah internasional. Karena konsep film yang dibawanya dinilai masih kental dengan faktor tradisional.

Film ini menyuarakan tentang jalan hidup Fitria, seorang wanita cerdas yang dipasung keluarganya karena dianggap memiliki gangguan mental. Tradisi pasungan sangat akrab dalam kalangan warga Jawa Primitif meskipun tradisi ini sudah lama dilarang oleh penguasa negara.

Meskipun merasa tidak tega untuk memasung Fitria, anggota keluarga harus tetap menjalankan tradisi yang telah lama tersebut yakini.

Itulah sepuluh daftar film klasik paling laris di Indonesia, tertarik untuk menontonnya 21 Cineplex?

About acorn30

X